Tidak semua IMS mendapat perlindungan yang sama dari kondom. Ini karena setiap IMS punya cara penularan yang berbeda. Berikut ulasan lengkapnya:
HIV adalah IMS dengan bukti paling kuat soal efektivitas kondom. Penggunaan kondom secara konsisten terbukti mengurangi risiko penularan HIV sebesar 80 hingga 95%. Angka ini bisa turun drastis jika kondom tidak dipakai setiap kali berhubungan seksual.
Karena keduanya ditularkan melalui cairan urogenital, kondom memberikan perlindungan yang sangat baik. Proteksi terhadap gonore bisa mencapai lebih dari 90%, sementara untuk klamidia berkisar antara 50 hingga 90% tergantung konsistensi pemakaian.
Kondom memberikan proteksi sekitar 50 hingga 71% untuk sifilis. Namun proteksinya terbatas jika luka sifilis berada di area yang tidak tertutup kondom, seperti skrotum atau pangkal penis.
Di sinilah keterbatasan kondom mulai terlihat. Herpes bisa menular melalui kulit yang tampak normal sekalipun (asymptomatic shedding), termasuk dari area yang tidak tertutup kondom. Efektivitas kondom terhadap herpes hanya sekitar 40%.
HPV menyebar melalui kontak kulit-ke-kulit dan bisa berasal dari area mana saja di sekitar genital. Proteksi kondom terhadap HPV tergolong minimal. Vaksinasi HPV jauh lebih efektif untuk pencegahannya.
Kondom memberikan perlindungan sekitar 90% terhadap penularan Hepatitis B melalui hubungan seksual. Meski begitu, vaksinasi Hepatitis B tetap menjadi pencegahan utama yang paling direkomendasikan.