DVX Jakarta dan Surabaya

Senin - Jumat: 12.00 - 20.00 | Sabtu: 09.00 - 16.00 | Minggu Appointment Only

Daftar Penyakit Menular Seksual yang Wajib Skrining Sebelum Menikah

Daftar Penyakit Menular Seksual yang Wajib Skrining Sebelum Menikah

Sabtu, 28 Mar 2026
Menjelang pernikahan, banyak pasangan fokus mempersiapkan berbagai hal seperti acara, dokumen, hingga rencana kehidupan setelah menikah. Namun, satu hal yang sering terlewat adalah skrining penyakit menular seksual sebelum menikah.

Pemeriksaan kesehatan pranikah, termasuk tes infeksi menular seksual (IMS), sangat penting untuk melindungi kesehatan pasangan serta mencegah risiko penularan penyakit di masa depan. Beberapa IMS bahkan dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala, sehingga seseorang dapat terinfeksi tanpa menyadarinya.

Dengan melakukan tes IMS sebelum menikah, pasangan dapat mengetahui kondisi kesehatan masing-masing secara lebih jelas dan mendapatkan penanganan medis sedini mungkin bila ditemukan infeksi.

Mengapa Skrining Penyakit Menular Seksual Sebelum Menikah Penting?

Skrining penyakit menular seksual merupakan bagian penting dari pemeriksaan kesehatan pranikah. Organisasi kesehatan global seperti WHO dan CDC merekomendasikan pemeriksaan IMS bagi individu yang aktif secara seksual atau memiliki faktor risiko tertentu.

Berikut beberapa alasan mengapa skrining IMS sebelum menikah sangat penting.

1. Banyak IMS Tidak Menimbulkan Gejala

Beberapa infeksi menular seksual seperti klamidia atau HIV pada tahap awal sering tidak menunjukkan gejala. Tanpa pemeriksaan laboratorium, seseorang mungkin tidak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi.

2. Mencegah Penularan ke Pasangan

IMS dapat menular melalui hubungan seksual tanpa perlindungan. Dengan mengetahui status kesehatan sebelum menikah, pasangan dapat mengambil langkah yang tepat untuk mencegah penularan.

3. Mencegah Komplikasi Kesehatan

Beberapa IMS dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:
  • Infertilitas
  • Kerusakan organ
  • Infeksi kronis
  • Gangguan sistem imun
Deteksi dini memungkinkan pengobatan lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.

4. Melindungi Kehamilan di Masa Depan

Beberapa penyakit menular seksual dapat ditularkan dari ibu ke bayi selama masa kehamilan atau persalinan. Skrining sebelum menikah membantu memastikan kondisi kesehatan yang optimal sebelum merencanakan kehamilan.

Baca juga: Apa Saja Jenis Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS)?

Daftar Penyakit Menular Seksual yang Perlu Skrining Sebelum Menikah

Berikut beberapa penyakit menular seksual yang umumnya direkomendasikan untuk diperiksa sebelum menikah.

1. HIV (Human Immunodeficiency Virus)

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome).

Penularan HIV dapat terjadi melalui:
  • Hubungan seksual tanpa kondom
  • Kontak dengan darah yang terinfeksi
  • Penggunaan jarum suntik bersama
Pada tahap awal, banyak orang dengan HIV tidak mengalami gejala sehingga tes laboratorium menjadi cara utama untuk mendeteksinya.

Pemeriksaan HIV

Tes yang umum dilakukan meliputi:
  • Rapid test HIV
  • Tes antibodi HIV
  • Tes antigen-antibodi
Deteksi dini HIV memungkinkan pengobatan dengan terapi antiretroviral yang dapat membantu penderita hidup sehat dan mengurangi risiko penularan.

2. Sifilis

Sifilis merupakan salah satu infeksi bakteri yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Penyakit ini dapat berkembang melalui beberapa tahap dengan gejala yang berbeda.

Gejala awal sifilis biasanya berupa luka kecil yang tidak nyeri (chancre) pada area genital, anus, atau mulut. Luka ini sering tidak disadari karena dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan.

Jika tidak ditangani, sifilis dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:
  • Kerusakan organ
  • Gangguan saraf
  • Penyakit jantung
  • Pemeriksaan Sifilis
Tes yang umum dilakukan untuk mendeteksi sifilis antara lain:
  • VDRL (Venereal Disease Research Laboratory)
  • RPR (Rapid Plasma Reagin)
  • TPHA (Treponema Pallidum Hemagglutination Assay)
Sifilis dapat diobati secara efektif dengan antibiotik jika terdeteksi sejak dini.

3. Hepatitis B

Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang hati. Virus ini dapat menular melalui darah, cairan tubuh, serta hubungan seksual tanpa perlindungan.

Pada beberapa orang, hepatitis B dapat berkembang menjadi infeksi kronis yang meningkatkan risiko:
  • Sirosis hati
  • Gagal hati
  • Kanker hati
Banyak penderita hepatitis B tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi karena gejala sering tidak muncul pada tahap awal.

Pemeriksaan Hepatitis B

Tes yang biasanya dilakukan adalah:
  • Pemeriksaan HBsAg (Hepatitis B surface antigen)
Tes ini membantu mengetahui apakah seseorang sedang terinfeksi virus hepatitis B.

4. Klamidia (Chlamydia)

Klamidia adalah salah satu penyakit menular seksual paling umum di dunia yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis.

Infeksi klamidia seringkali tidak menimbulkan gejala, terutama pada wanita. Jika tidak diobati, klamidia dapat menyebabkan komplikasi seperti:
  • Penyakit radang panggul (PID)
  • Infertilitas
  • Kehamilan ektopik
Pada pria, klamidia dapat menyebabkan infeksi pada uretra yang menimbulkan gejala seperti nyeri saat buang air kecil.

Pemeriksaan Klamidia

Tes yang biasanya digunakan adalah:
  • NAAT (Nucleic Acid Amplification Test)
Tes ini memiliki tingkat akurasi tinggi untuk mendeteksi infeksi klamidia.

Baca juga: Chlamydia, Penyakit Menular Seksual yang Sering Terabaikan

Kapan Sebaiknya Melakukan Skrining IMS Sebelum Menikah?

Idealnya, tes penyakit menular seksual dilakukan beberapa bulan sebelum pernikahan. Hal ini memberikan waktu yang cukup untuk penanganan medis jika ditemukan infeksi.

Skrining IMS sebaiknya dilakukan jika:
  • Pernah memiliki hubungan seksual sebelumnya
  • Memiliki lebih dari satu pasangan seksual di masa lalu
  • Pernah didiagnosis IMS
  • Ingin merencanakan kehamilan setelah menikah
Namun, pemeriksaan tetap dianjurkan bahkan jika seseorang tidak memiliki gejala.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Hasil Tes Positif?

Mendapatkan hasil positif pada pemeriksaan IMS tidak selalu berarti kondisi yang tidak dapat diatasi. Banyak penyakit menular seksual dapat diobati atau dikontrol dengan terapi yang tepat.

Jika hasil tes menunjukkan adanya infeksi, beberapa langkah yang biasanya dianjurkan dokter meliputi:
  • Menjalani pengobatan sesuai diagnosis
  • Melakukan pemeriksaan lanjutan jika diperlukan
  • Menghindari hubungan seksual sementara waktu
  • Menyarankan pasangan untuk ikut menjalani pemeriksaan
Deteksi dini sangat membantu meningkatkan keberhasilan pengobatan dan mencegah penularan lebih lanjut.

DVX Medical Jakarta, Klinik Skrining Penyakit Menular Seksual Tepercaya

Pemeriksaan penyakit menular seksual sebaiknya dilakukan di fasilitas kesehatan yang memiliki tenaga medis berpengalaman dan sistem pemeriksaan yang akurat.

Jika Anda dan pasangan berencana menikah, melakukan skrining penyakit menular seksual sebelum menikah merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan bersama.

DVX Medical Jakarta menyediakan layanan pemeriksaan IMS yang lengkap dengan penanganan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin berpengalaman. Pemeriksaan di klinik kami dilakukan secara profesional, aman, dan menjaga kerahasiaan pasien.

Dengan skrining yang tepat, pasangan dapat mengetahui kondisi kesehatan secara lebih jelas dan mendapatkan penanganan medis bila diperlukan sebelum memulai kehidupan pernikahan.
1. Apakah tes penyakit menular seksual wajib sebelum menikah?

Tes IMS tidak selalu diwajibkan secara hukum, tetapi sangat dianjurkan untuk memastikan kesehatan kedua pasangan sebelum menikah.

2. Apa saja penyakit yang biasanya diperiksa dalam skrining IMS pranikah?

Penyakit yang sering diperiksa diantaranya adalah HIV, sifilis, hepatitis B, dan klamidia.

3. Apakah IMS bisa terjadi tanpa gejala?

Ya. Banyak infeksi menular seksual tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga seseorang dapat terinfeksi tanpa menyadarinya.

4. Kapan waktu terbaik melakukan skrining IMS sebelum menikah?

Sebaiknya pemeriksaan dilakukan beberapa bulan sebelum pernikahan agar ada waktu untuk pengobatan jika ditemukan infeksi.

5. Apakah pemeriksaan IMS bersifat rahasia?

Ya. Pemeriksaan di klinik profesional dilakukan secara rahasia dan mengikuti standar etika medis.
World Health Organization. Sexually Transmitted Infections. 2025

CDC. Sexually Transmitted Infections Treatment Guidelines. 2021

CDC. About Chlamydia. 2025

WHO. HIV and AIDS. 2025
Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi edukatif mengenai penyakit menular seksual. Informasi di dalam artikel tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter atau tenaga medis profesional.

Hubungi Klinik DVX Medical Jakarta Sekarang untuk Lakukan Pre Marital Check Up yang Lengkap Bersama Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical Jakarta dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Chlamydia, Penyakit Menular Seksual yang Sering Terabaikan

Chlamydia adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) y...

Apa Saja Jenis Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS)?

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah penyakit yang ditularka...

Ciri Infeksi Menular Seksual pada Wanita Berdasarkan Jenis Penyakitnya

Infeksi menular seksual (IMS) menjadi masalah kesehatan yang...

Apakah Kondom Benar-Benar Melindungi dari Semua Penyakit Menular Seksual?

Banyak orang percaya kondom adalah pelindung 100% dari semua...

Skrining Sifilis di DVX Jakarta, Solusi Tepat untuk Deteksi Dini Penyakit Menular Seksual

Sifilis adalah salah satu penyakit menular seksual yang dise...

Send Message