1. Apa perbedaan eksim dan TSW?
Eksim adalah penyakit kulit kronis yang menyebabkan peradangan dan gatal, sedangkan TSW adalah reaksi kulit setelah menghentikan penggunaan steroid topikal, biasanya setelah pemakaian jangka panjang.
2. Apakah eksim bisa memburuk setelah berhenti pakai steroid?
Bisa, eksim memang dapat kambuh setelah penghentian steroid. Namun, jika gejalanya jauh lebih parah dan berbeda dari biasanya, perlu dipertimbangkan adanya kemungkinan TSW.
3. Bagaimana cara mengetahui apakah saya mengalami TSW atau eksim?
Tidak bisa dipastikan sendiri. Diagnosis perlu dilakukan oleh dokter spesialis dermatologi melalui evaluasi riwayat penggunaan steroid, pola gejala, dan kondisi kulit secara langsung.
4. Apakah semua penggunaan steroid menyebabkan TSW?
Tidak. Jika digunakan sesuai anjuran dokter dalam jangka waktu yang tepat, steroid umumnya aman. Risiko TSW meningkat jika digunakan berlebihan atau tanpa pengawasan.
5. Apakah ada pengobatan selain steroid untuk eksim?
Ada. Selain pelembap, tersedia terapi non-steroid seperti calcineurin inhibitor dan terapi biologis untuk kasus sedang hingga berat.
6. Kapan terapi biologis seperti Dupilumab (Dupixent) diperlukan?
Dupilumab (Dupixent) biasanya dipertimbangkan pada eksim sedang hingga berat yang tidak terkontrol dengan terapi biasa, atau jika penggunaan steroid sudah tidak efektif atau menimbulkan efek samping.
7. Bagaimana cara kerja Dupilumab (Dupixent) untuk eksim?
Dupilumab (Dupixent) bekerja dengan menargetkan jalur inflamasi spesifik (IL-4 dan IL-13) yang berperan dalam eksim, sehingga membantu mengurangi peradangan, memperbaiki skin barrier, dan meredakan gatal.
8. Apakah Dupilumab (Dupixent) termasuk steroid?
Bukan, Dupilumab (Dupixent) adalah terapi biologis, bukan steroid dan bukan obat imunosupresan oral.
9. Apakah Dupilumab (Dupixent) bisa membantu jika dicurigai TSW?
Pada beberapa kasus, Dupilumab (Dupixent) dapat membantu mengontrol peradangan kulit, terutama jika terdapat komponen eksim yang tidak terkontrol. Namun, penggunaannya tetap harus berdasarkan diagnosis dan pengawasan dokter.