Dalam praktik klinis, dokter spesialis umumnya mempertimbangkan dupilumab (Dupixent®) pada pasien yang memenuhi kriteria berikut:
Pertama, penyakit yang tidak terkontrol dengan terapi topikal standar. Ini berarti pasien telah menggunakan kortikosteroid topikal atau kalsineurin inhibitor topikal secara konsisten dan tepat, namun gejala tetap tidak terkendali — bukan pasien yang hanya menggunakan terapi sesekali atau tidak sesuai anjuran.
Kedua, keparahan penyakit yang signifikan secara klinis. Dokter spesialis menilai keparahan menggunakan parameter objektif: luas area kulit yang terkena, intensitas gatal, dampak pada kualitas tidur, dan gangguan terhadap aktivitas sehari-hari. Penilaian ini tidak dapat dilakukan secara mandiri.
Ketiga, dampak bermakna terhadap kualitas hidup. Dermatitis atopik berat yang mengganggu tidur secara kronik, menurunkan produktivitas, atau memengaruhi kesehatan mental merupakan indikator klinis yang relevan dalam keputusan eskalasi terapi.
Baca juga: Pusat Informasi Dermatitis Atopik