Dua pasien bisa mengalami hasil klinis yang serupa, tetapi sampai pada kesimpulan yang sangat berbeda, karena titik awal harapan mereka berbeda.
Bayangkan dua pasien dengan gambaran klinis yang serupa setelah periode terapi yang sama: keduanya mengalami perbaikan yang bermakna, meskipun belum sepenuhnya tenang.
Pasien pertama, sejak awal, membayangkan hasil sebagai kondisi yang hampir sepenuhnya bersih. Bagi pasien ini, hasil yang dialami terasa seperti ";;belum berhasil";;.
Pasien lain, sejak awal, memahami bahwa hasil yang bermakna bisa berarti pengurangan beban yang signifikan tanpa harus sepenuhnya tenang. Bagi pasien ini, hasil yang sama terasa seperti perubahan besar yang positif.
Gambaran klinis pada kedua kasus ini bisa identik. Perbedaannya ada pada ekspektasi awal, bukan pada apa yang sebenarnya terjadi. menjelaskan bagaimana ";;hasil yang baik";; dinilai relatif terhadap titik awal dan tujuan masing-masing pasien, dan bagaimana harapan itu sendiri bisa ditinjau kembali seiring waktu.
Inilah mengapa ";;tidak berhasil";; sebagai penilaian pribadi perlu diperiksa terhadap gambaran klinis yang sebenarnya, bukan digunakan sebagai gambaran itu sendiri.