HPV merupakan virus yang terutama menular melalui kontak intim kulit ke kulit, termasuk saat berhubungan seksual vaginal, anal, maupun oral. Sebagian besar infeksi tidak menimbulkan gejala dan dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar dua tahun. Namun, infeksi HPV berisiko tinggi yang menetap dapat menyebabkan perubahan sel yang meningkatkan risiko kanker.
HPV tidak hanya berkaitan dengan kanker serviks, tetapi juga dapat menyebabkan kanker anus, penis, vulva, vagina, serta sebagian kanker mulut dan tenggorokan. Selain itu, sekitar 90 persen kasus kutil kelamin disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11. Karena dapat menyerang pria maupun wanita, pencegahan melalui vaksinasi menjadi langkah penting untuk melindungi diri sekaligus mengurangi risiko penularan kepada pasangan.
Vaksin HPV memberikan perlindungan paling optimal jika diberikan sebelum terpapar virus, tetapi tetap dapat dipertimbangkan pada usia dewasa setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Salah satu studi di Swedia menunjukkan bahwa vaksinasi sebelum usia 17 tahun berkaitan dengan penurunan risiko kanker serviks invasif hingga 88 persen, sedangkan vaksinasi pada usia 17–30 tahun menurunkan risiko sekitar 53 persen.
Salah satu jenis vaksin, Gardasil 9, melindungi dari sembilan tipe HPV, termasuk tipe yang paling sering menyebabkan kanker dan kutil kelamin. Meski demikian, vaksin tidak mencakup semua tipe HPV sehingga pemeriksaan kesehatan secara berkala tetap diperlukan.