Suntik Dupilumab (Dupixent): Terapi Eksim Sedang Hingga Berat
Sabtu, 25 Apr 2026

Suntik Dupilumab (Dupixent): Terapi Eksim Sedang Hingga Berat

Ditinjau oleh:

dr. Christopher Toshihiro Wirya, Sp.DVE

Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika

DVX Medical Clinic — Jakarta & Surabaya


Updated 15 April 2026

Jika kondisi kulit Anda semakin parah setelah berhenti memakai steroid, maka Anda tidak sendirian. Banyak pasien yang mengalami hal serupa setelah berhenti memakai steroid, yaitu kulit kemerahan, perih, gatal hebat, bahkan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Lalu, apakah gejala yang Anda alami termasuk TSW (Topical Steroid Withdrawal) atau eksim yang belum terkontrol? Jika eksim belum terkontrol, suntik Dupilumab (Dupixent) bisa menjadi pilihan efektif untuk membantu meredakan peradangan kulit yang Anda alami.

Perbedaan Eksim yang Belum Terkontrol dan TSW

Perbedaan antara Topical Steroid Withdrawal (TSW) dan eksim yang tidak terkontrol memang sering membuat bingung karena gejala yang mirip. Keduanya terlihat sama karena menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut:
  • Ruam kemerahan yang meluas
  • Rasa panas atau perih
  • Kulit lebih sensitif
  • Muncul flare setelah stop steroid
Pola yang sering terjadi adalah:
  • Pakai krim steroid ? kondisi kulit membaik
  • Berhenti ? flare muncul lagi (kadang lebih merah, lebih perih, dan lebih luas)
Banyak penderita kemudian mengira bahwa kondisi tersebut adalah TSW (Topical Steroid Withdrawal). Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak semua kekambuhan setelah penghentian steroid dapat dikategorikan sebagai TSW.
Karena itu, diagnosis tidak bisa didasarkan hanya dari informasi di internet saja. Perlu pemeriksaan medis langsung oleh dokter spesialis kulit dan kelamin untuk memastikan kondisi tersebut benar-benar TSW, eksim yang belum terkontrol, atau masalah kulit lainnya.


Dupilumab (Dupixent) vs Steroid, Mana Lebih Baik?

Steroid dan Dupilumab (Dupixent) memiliki peran yang berbeda dalam pengobatan eksim. Pemilihannya bergantung pada tingkat keparahan dan respons kulit terhadap terapi sebelumnya.

1. Steroid (Krim/Salep):
  • Bekerja cepat meredakan gatal dan kemerahan
  • Umumnya digunakan sebagai terapi awal
  • Efeknya cenderung sementara
  • Pada beberapa kasus, gejala bisa kambuh setelah dihentikan
2. Suntik Dupilumab (Dupixent):
  • Bekerja dari dalam tubuh dengan menargetkan penyebab peradangan
  • Membantu mengontrol eksim dalam jangka panjang
  • Mengurangi frekuensi kambuh dan kebutuhan steroid
  • Digunakan pada eksim sedang hingga berat yang tidak terkontrol
Pada akhirnya, bukan soal mana yang lebih baik, tetapi mana yang paling sesuai dengan kondisi kulit Anda. Eksim yang sering kambuh dan tidak kunjung membaik memerlukan evaluasi ulang untuk menentukan terapi lanjutan seperti Dupilumab (Dupixent).

Kapan Sebaiknya Terapi Lanjutan dengan Dupilumab (Dupixent)?

Dupilumab (Dupixent) adalah obat suntik biologis untuk mengatasi eksim sedang hingga berat. Terapi ini biasanya digunakan saat kondisi kulit tak kunjung membaik setelah menggunakan obat topikal seperti steroid.

Berbeda dengan krim atau salep, suntik Dupilumab (Dupixent) bekerja dari dalam tubuh dengan menargetkan dua zat sitokin utama pada eksim, yaitu IL-4 dan IL-13. Kedua zat ini berperan penting dalam proses peradangan yang menyebabkan:
  • Gatal hebat (pruritus)
  • Kulit meradang (kemerahan dan perih)
  • Kulit kering
  • Lesi/ruam kulit
  • Luka garukan
  • Kulit mudah kambuh
Jika kulit Anda masih sering kambuh, gatal tidak tertahankan, atau justru memburuk setelah stop steroid, ini saatnya evaluasi lebih lanjut. Konsultasikan kondisi kulit Anda langsung dengan dokter spesialis DVX Medical dengan mengklik tombol di bawah.

Banner Cta Tof Kulit

Cara Kerja Terapi Dupilumab (Dupixent) untuk Eksim

Gejala yang sempat membaik lalu kambuh lagi biasanya terjadi karena peradangan di dalam tubuh belum benar-benar terkontrol. Berbeda dengan krim yang hanya bekerja di permukaan kulit, suntik Dupilumab (Dupixent) membantu mengatasi sumber peradangan dengan cara:
  • Menargetkan sitokin sistem imun (IL-4 & IL-13)
  • Mengurangi respon imun yang berlebihan
  • Membantu memperbaiki skin barrier
Dengan pendekatan ini, peradangan eksim yang Anda alami dapat dikontrol dari akarnya, sehingga gejala menjadi lebih stabil dan tidak mudah kambuh.

Seberapa Efektif Dupilumab (Dupixent) untuk Eksim?

Efektivitas Dupilumab (Dupixent) sudah terbukti dalam beberapa penelitian medis, salah satunya adalah hasil studi di New England Journal of Medicine. Berdasarkan data, ada sekitar 38–52% kondisi kulit pasien hampir bersih setelah 16 minggu pengobatan (Simpson et al., 2016).
Selain itu, lebih dari 70% pasien dengan kulit gatal-gatal berkurang secara signifikan, sehingga:
  • Tidur lebih nyenyak
  • Kulit tidak mudah kambuh
  • Penggunaan steroid berkurang drastis

Before After Dupilumab.Jpeg
Kondisi kulit pasien eksim sebelum & setelah terapi Dupilumab (Dupixent)

Setiap kondisi kulit bisa memberikan respons yang berbeda terhadap Dupilumab (Dupixent). Dapatkan evaluasi medis yang sesuai dengan kondisi Anda, termasuk estimasi hasil terapi langsung dengan dokter spesialis kulit.

Efek Samping Dupixent untuk Dermatitis Atopik

Dupixent (Dupilumab) umumnya aman digunakan untuk mengatasi eksim sedang hingga berat. Namun, seperti terapi medis lainnya, tetap ada kemungkinan efek samping ringan yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah:
  • Reaksi kemerahan, bengkak, atau nyeri ringan di area suntikan
  • Mata kering, iritasi, atau konjungtivitis
  • Kelopak mata terasa tidak nyaman
Efek samping serius tergolong jarang terjadi, tetapi tetap perlu pemantauan pemantauan dokter selama terapi berlangsung.

Berapa Harga Terapi Dupilumab (Dupixent)?

Biaya terapi Dupilumab (Dupixent) tidak bersifat tetap karena menyesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat, diperlukan evaluasi langsung oleh dokter.
Beberapa faktor yang mempengaruhi biaya terapi meliputi:
  • Tingkat keparahan eksim
  • Dosis dan frekuensi suntikan
  • Durasi terapi yang dibutuhkan
  • Respons tubuh terhadap pengobatan
Ingin tahu apakah terapi Dupilumab (Dupixent) sesuai dengan kondisi Anda dan berapa estimasi biayanya? Konsultasikan langsung dengan dokter DVX Medical untuk mendapatkan penjelasan yang jelas, transparan, dan sesuai kebutuhan kulit Anda.

Banner Cta Mof Kulit

Dimana Bisa Mendapatkan Injeksi Dupilumab (Dupixent)?

Terapi Dupilumab (Dupixent) tidak bisa diberikan secara sembarangan dan harus melalui evaluasi dokter terlebih dahulu. Di DVX Medical, Anda akan mendapatkan pemeriksaan menyeluruh sebelum terapi dimulai, sehingga pengobatan lebih tepat sasaran dan aman.

  • DVX Medical Jakarta
Jl. Hang Lekir 2 No. 15B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
0822-6161-4215 (Whatsapp)

  • DVX Medical Surabaya
Jl. Dharmahusada Indah Bar. No.181, Gubeng, Surabaya
0812-1647-4538 (Whatsapp)

Mengapa Memilih DVX Medical?

Penanganan eksim sedang hingga berat membutuhkan pendekatan yang tepat dan terstruktur. Di DVX Medical, setiap pasien mendapatkan evaluasi menyeluruh oleh SpKk/Sp.DVE berpengalaman sebelum terapi dimulai, sehingga pengobatan lebih tepat sasaran.
  • Privasi Terjaga
  • Identitas Diri Dirahasiakan
  • Ditangani Langsung oleh Dokter Sp.KK/Sp.DVE
  • Aman & Sesuai Standar Medis
  • Reputasi Terpercaya

Atasi Peradangan Kulit dengan Dupilumab (Dupixent) di DVX Medical!

Jika kulit Anda terus kambuh, terasa semakin sensitif, atau tidak kunjung membaik meski sudah mencoba berbagai pengobatan, bisa jadi peradangan di dalam tubuh belum terkontrol dengan baik.

Jangan menebak-nebak kondisi kulit sendiri! Konsultasikan langsung dengan dokter spesialis DVX Medical untuk mengetahui apakah kondisi Anda termasuk eksim yang belum terkontrol atau TSW, serta apakah terapi Dupilumab (Dupixent) diperlukan.
Klik tombol WhatsApp di bawah untuk mendapatkan evaluasi yang tepat dan rencana terapi yang sesuai dengan kondisi kulit Anda.

Banner Cta Bof

FAQ

1. Apa perbedaan eksim dan TSW?
Eksim adalah penyakit kulit kronis yang menyebabkan peradangan dan gatal, sedangkan TSW adalah reaksi kulit setelah menghentikan penggunaan steroid topikal, biasanya setelah pemakaian jangka panjang.

2. Apakah eksim bisa memburuk setelah berhenti pakai steroid?
Bisa, eksim memang dapat kambuh setelah penghentian steroid. Namun, jika gejalanya jauh lebih parah dan berbeda dari biasanya, perlu dipertimbangkan adanya kemungkinan TSW.

3. Bagaimana cara mengetahui apakah saya mengalami TSW atau eksim?
Tidak bisa dipastikan sendiri. Diagnosis perlu dilakukan oleh dokter spesialis dermatologi melalui evaluasi riwayat penggunaan steroid, pola gejala, dan kondisi kulit secara langsung.

4. Apakah semua penggunaan steroid menyebabkan TSW?
Tidak. Jika digunakan sesuai anjuran dokter dalam jangka waktu yang tepat, steroid umumnya aman. Risiko TSW meningkat jika digunakan berlebihan atau tanpa pengawasan.

5. Apakah ada pengobatan selain steroid untuk eksim?
Ada. Selain pelembap, tersedia terapi non-steroid seperti calcineurin inhibitor dan terapi biologis untuk kasus sedang hingga berat.

6. Kapan terapi biologis seperti Dupilumab (Dupixent) diperlukan?
Dupilumab (Dupixent) biasanya dipertimbangkan pada eksim sedang hingga berat yang tidak terkontrol dengan terapi biasa, atau jika penggunaan steroid sudah tidak efektif atau menimbulkan efek samping.

7. Bagaimana cara kerja Dupilumab (Dupixent) untuk eksim?
Dupilumab (Dupixent) bekerja dengan menargetkan jalur inflamasi spesifik (IL-4 dan IL-13) yang berperan dalam eksim, sehingga membantu mengurangi peradangan, memperbaiki skin barrier, dan meredakan gatal.

8. Apakah Dupilumab (Dupixent) termasuk steroid?
Bukan, Dupilumab (Dupixent) adalah terapi biologis, bukan steroid dan bukan obat imunosupresan oral.

9. Apakah Dupilumab (Dupixent) bisa membantu jika dicurigai TSW?
Pada beberapa kasus, Dupilumab (Dupixent) dapat membantu mengontrol peradangan kulit, terutama jika terdapat komponen eksim yang tidak terkontrol. Namun, penggunaannya tetap harus berdasarkan diagnosis dan pengawasan dokter.

Disclaimer

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis langsung. Setiap keputusan terapi harus melalui evaluasi dokter spesialis.

New England Journal of Medicine. Two Phase 3 Trials of Dupilumab versus Placebo in Atopic Dermatitis. 2016.
https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa1610020

European Medicines Agency. Dupixent. 2024.
https://www.ema.europa.eu/en/medicines/human/EPAR/dupixent

JAMA Dermatology. Effect of Oral Administration of a Mixture of Probiotic Strains on SCORAD Index and Use of Topical Steroid in Young Patients with Moderate Atopic Dermatitis. 2018.
https://jamanetwork.com/journals/jamadermatology/fullarticle/2661596

American Academy of Dermatology. Atopic Dermatitis - Self Care.
https://www.aad.org/public/diseases/eczema/types/atopic-dermatitis/self-care

DermNet NZ. Topical Steroid Withdrawal. 2023.
https://dermnetnz.org/topics/topical-corticosteroid-withdrawal

Hubungi Klinik DVX Medical Sekarang untuk Pemeriksaan Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Eksim Tidak Membaik? Kapan Terapi Perlu Ditingkatkan?
Banyak pasien dermatitis atopik sudah menjalani terapi, tetapi kondisinya belum membaik seperti yang diharapkan. Pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah ini normal? Apakah perlu terapi yang lebih kuat? Kapan saat yang tepat untuk mengevaluasi ulang pendekatan pengobatan yang sedang berjalan? Artikel ini membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.