Beberapa kondisi kulit seperti dermatitis, alergi kulit, dan infeksi bakteri dapat terlihat sangat mirip dengan infeksi jamur. Jika salah didiagnosis, terapi yang diberikan tidak akan efektif — bahkan bisa memperburuk kondisi atau membuat penyebaran semakin luas.
Menurut panduan American Academy of Dermatology, diagnosis klinis yang akurat adalah dasar utama keberhasilan terapi infeksi jamur kulit.
Pemeriksaan Wood’s Lamp
Salah satu alat yang digunakan dokter untuk membantu diagnosis adalah Wood’s lamp — alat yang memancarkan sinar ultraviolet khusus untuk memeriksa kulit dalam kondisi gelap. Pada infeksi jamur tertentu, sinar ini membantu dokter melihat pola fluoresensi yang tidak terlihat dengan mata biasa.
Wood’s lamp terutama berguna untuk:
- Panu (Tinea Versicolor) — tampak sebagai fluoresensi kuning keemasan atau tembaga
-
Tinea capitis — fluoresensi hijau pada rambut yang terinfeksi dermatofit tertentu
- Membantu membedakan infeksi jamur dari kondisi kulit lain yang tampak serupa
Pemeriksaan ini tidak menimbulkan rasa sakit, tidak memerlukan pengambilan sampel, dan dapat dilakukan langsung di klinik dalam hitungan menit.
Pemeriksaan Kerokan Kulit (Skin Scraping)
Untuk konfirmasi diagnosis, dokter melakukan pemeriksaan kerokan kulit. Prosedurnya sederhana: sampel tipis diambil dari area kulit yang terinfeksi, lalu diperiksa langsung di bawah mikroskop untuk memastikan adanya infeksi jamur, mengetahui jenis jamur yang terlibat, dan menentukan terapi yang paling tepat untuk kondisi tersebut.
Tanpa pemeriksaan ini, pengobatan sering hanya berdasarkan perkiraan visual — dan inilah alasan banyak kasus tidak kunjung sembuh.