1. Apakah gonore selalu menimbulkan gejala?
Tidak semua orang yang terkena gonore mengalami gejala. Kondisi tanpa gejala lebih sering ditemukan pada wanita serta infeksi di tenggorokan. Pemeriksaan tetap diperlukan setelah paparan berisiko atau ketika pasangan dinyatakan positif.
2. Kapan sebaiknya melakukan tes gonore setelah hubungan berisiko?
Segera konsultasikan dengan dokter jika muncul gejala atau pasangan terdiagnosis gonore. Pada orang tanpa gejala, pemeriksaan umumnya dipertimbangkan sekitar dua minggu setelah paparan. Tes ulang mungkin diperlukan jika pemeriksaan pertama dilakukan terlalu dini.
3. Apa saja sampel yang digunakan untuk tes gonore?
Sampel dapat berupa urine atau swab dari area yang berisiko terinfeksi. Swab dapat diambil dari vagina, serviks, uretra, tenggorokan, atau rektum. Dokter menentukan sampel berdasarkan jenis kontak seksual dan gejala pasien.
4. Apakah tes gonore terasa sakit?
Pengambilan sampel urine tidak menimbulkan rasa sakit. Pemeriksaan swab mungkin menyebabkan rasa kurang nyaman dalam waktu singkat. Tenaga medis akan menjelaskan prosesnya sebelum mengambil sampel.
5. Apakah gonore dapat disembuhkan?
Gonore dapat disembuhkan dengan antibiotik yang tepat sesuai resep dokter. Pasien perlu mengikuti aturan pengobatan dan tidak menggunakan antibiotik secara mandiri. Pasangan seksual juga perlu menjalani pemeriksaan atau pengobatan untuk mencegah penularan berulang.
6. Apakah pasangan perlu menjalani pemeriksaan?
Pasangan seksual perlu diberi tahu dan dianjurkan untuk berkonsultasi. Seseorang dapat membawa gonore tanpa mengalami gejala. Pemeriksaan dan pengobatan pasangan membantu mencegah infeksi berulang.