DVX Surabaya

Senin. selasa. jumat 12.00-21.00 | Rabu. kamis. sabtu 11.00-18.00

DVX Jakarta

Senin - jumat 11.00-19.00 | Sabtu 10.00-15.00

Kenali Faringitis Gonore, Infeksi Gonore yang Menyerang Tenggorokan

Kenali Faringitis Gonore, Infeksi Gonore yang Menyerang Tenggorokan

Rabu, 16 Sep 2026

Sakit tenggorokan tidak selalu disebabkan oleh flu atau infeksi saluran pernapasan. Namun, sakit tenggorokan juga bisa menjadi gejala faringitis gonore. Infeksi ini dapat menular melalui seks oral. Sebagian penderita tidak merasakan gejala apa pun. Karena itu, pemeriksaan medis diperlukan jika sakit tenggorokan muncul setelah hubungan seksual berisiko atau pasangan diketahui terinfeksi gonore.

Apa Itu Faringitis Gonore?

Faringitis gonore adalah infeksi tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri yang sama juga dapat menginfeksi organ kelamin, anus, dan mata. Istilah lain untuk kondisi ini adalah gonore tenggorokan, gonore faring, atau faringitis gonokokus. Manual MSD menjelaskan bahwa gonore di tenggorokan biasanya terjadi setelah seks oral tanpa pelindung dengan pasangan yang terinfeksi.

Mengapa Faringitis Gonore Perlu Diwaspadai?

Faringitis gonore sering tidak terdeteksi karena gejalanya ringan atau tidak muncul sama sekali. Seseorang dapat merasa sehat, tetapi bakteri masih berada di tenggorokan dan berpotensi menular kepada pasangan.

Gonore juga masih menjadi masalah kesehatan dunia. World Health Organization memperkirakan terdapat 82,4 juta kasus baru gonore pada kelompok usia 15 sampai 49 tahun selama 2020.

Penanganan gonore kini menghadapi tantangan berupa resistensi antibiotik. Artinya, antibiotik tertentu tidak lagi mampu membunuh bakteri. Karena itu, obat tidak boleh digunakan tanpa pemeriksaan dan resep dokter.

Bagaimana Faringitis Gonore Bisa Terjadi?

Penyebab faringitis gonore adalah masuknya bakteri Neisseria gonorrhoeae ke lapisan tenggorokan. Penularan dapat terjadi saat mulut atau tenggorokan bersentuhan dengan alat kelamin atau cairan tubuh pasangan yang terinfeksi.

Risiko penularan meningkat jika seks oral dilakukan tanpa kondom atau dental dam, yaitu pelindung tipis untuk mulut. Penularan tetap dapat terjadi meskipun tidak ada ejakulasi.

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko meliputi:

  • Melakukan seks oral tanpa pelindung
  • Memiliki lebih dari satu pasangan seksual
  • Memiliki pasangan yang terdiagnosis gonore
  • Pernah mengalami infeksi menular seksual
  • Tidak melakukan pemeriksaan IMS secara berkala

Lokasi paparan perlu disampaikan kepada dokter secara jujur. Informasi tersebut membantu dokter menentukan bagian tubuh yang perlu diperiksa.

Gejala Faringitis Gonore yang Sering Dianggap Radang Tenggorokan Biasa

Banyak kasus gonore tenggorokan tidak menimbulkan keluhan. Jika muncul, gejala faringitis gonore dapat menyerupai radang tenggorokan akibat virus atau bakteri lain. Gejala gonore di tenggorokan bisa berupa:

  • Tenggorokan terasa sakit
  • Nyeri atau sulit menelan
  • Tenggorokan tampak kemerahan
  • Muncul bercak putih atau kekuningan
  • Kelenjar getah bening di leher membengkak
  • Demam

Gejala tersebut tidak cukup untuk memastikan adanya gonore. Pemeriksaan laboratorium tetap diperlukan karena sakit tenggorokan juga bisa disebabkan oleh flu, alergi, iritasi, atau infeksi lainnya.

Perbedaan Faringitis Gonore dengan Radang Tenggorokan Biasa

Faringitis gonore dan radang tenggorokan biasa dapat menimbulkan keluhan yang mirip. Keduanya memiliki penyebab dan cara pemeriksaan yang berbeda. Riwayat aktivitas seksual juga membantu dokter menilai kemungkinan gonore.

AspekFaringitis gonoreRadang tenggorokan biasa
PenyebabBakteri Neisseria gonorrhoeaeUmumnya virus atau bakteri saluran pernapasan
Faktor risikoAktivitas seksual oral dengan orang yang terinfeksiKontak dengan orang yang mengalami infeksi pernapasan
GejalaSering tanpa gejala atau hanya sakit saat menelanSakit tenggorokan, batuk, pilek, atau demam
PemeriksaanSwab tenggorokan dan tes laboratoriumPemeriksaan tenggorokan serta tes sesuai dugaan penyebab
PengobatanAntibiotik berdasarkan diagnosis dokterDisesuaikan dengan penyebab infeksi

Dokter tidak dapat memastikan penyebabnya hanya dengan melihat kondisi tenggorokan. Dokter perlu menilai gejala, riwayat aktivitas seksual, dan hasil pemeriksaan laboratorium.

Cara Mencegah Faringitis Gonore

Penggunaan kondom atau dental dam saat seks oral dapat membantu mengurangi risiko penularan gonore tenggorokan. Alat pelindung perlu digunakan dengan benar sejak awal sampai aktivitas seksual selesai.

Membatasi jumlah pasangan seksual juga dapat mengurangi risiko. Pemeriksaan IMS bersama pasangan membantu memastikan hubungan lebih aman. Pemeriksaan berkala perlu dipertimbangkan jika aktif secara seksual atau memiliki faktor risiko.

Bicarakan pemeriksaan IMS secara terbuka dengan pasangan. Jika salah satu pasangan terdiagnosis gonore, keduanya perlu diperiksa agar infeksi tidak menular kembali.

Risiko Faringitis Gonore Jika Tidak Segera Ditangani

Infeksi yang tidak diobati dapat bertahan di tenggorokan dan menular saat aktivitas seksual. Dalam kasus yang jarang terjadi, bakteri dapat masuk ke aliran darah lalu menyerang kulit dan persendian. Infeksi ulang juga cukup sering ditemukan setelah pengobatan. Sekitar 7 sampai 12 persen pasien mengalami infeksi gonore kembali dalam waktu 12 bulan setelah pengobatan.

Infeksi ulang biasanya terjadi karena pasangan belum mendapat penanganan atau pasien kembali terpapar dari pasangan yang terinfeksi. Karena itu, pemeriksaan dan pengobatan pasangan menjadi bagian dari penanganan gonore.

Pengobatan Faringitis Gonore

Pengobatan gonore di tenggorokan menggunakan antibiotik yang diresepkan dokter. Jenis dan dosis obat ditentukan berdasarkan kondisi pasien, berat badan, riwayat alergi, kemungkinan infeksi lain, serta pedoman medis yang berlaku.

Jangan menggunakan antibiotik sisa atau membeli obat tanpa resep. Pengobatan yang tidak tepat dapat membuat bakteri bertahan dan meningkatkan risiko resistensi antibiotik.

Setelah terapi, pasien dengan gonore faring perlu menjalani tes ulang untuk memastikan bakteri sudah tidak ditemukan. Berdasarkan pedoman penanganan gonore, pemeriksaan ulang menggunakan kultur atau NAAT sekitar 7 sampai 14 hari setelah pengobatan.

NAAT merupakan tes laboratorium yang mencari materi genetik bakteri. Untuk infeksi tenggorokan, sampel biasanya diambil dengan mengusap bagian belakang tenggorokan menggunakan alat swab.

Pasien juga perlu menghindari aktivitas seksual selama 7 hari setelah pengobatan dan sampai pasangan selesai ditangani. Pemeriksaan IMS lain, seperti klamidia, sifilis, dan HIV, dapat disarankan sesuai riwayat risiko.

Deteksi Faringitis Gonore Lebih Dini di DVX Medical

Faringitis gonore tidak dapat dipastikan hanya dari gejala atau kondisi tenggorokan. Konsultasi medis dan tes swab tenggorokan gonore membantu dokter mengetahui penyebab keluhan serta menentukan pengobatan yang sesuai.

DVX Medical merupakan klinik spesialis kulit dan kelamin di Jakarta dan Surabaya yang menangani berbagai infeksi menular seksual, termasuk gonore. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter spesialis dengan dukungan fasilitas medis dan pendekatan berdasarkan hasil diagnosis.

Kerahasiaan identitas serta data medis pasien juga dijaga selama proses konsultasi dan pemeriksaan. Pasien dapat menyampaikan riwayat seksual dengan lebih nyaman tanpa takut dihakimi.

Jika sakit tenggorokan muncul setelah aktivitas seksual berisiko atau pasangan terdiagnosis gonore, jadwalkan konsultasi di DVX Medical. Pemeriksaan lebih awal membantu mencegah penularan dan mengarahkan pasien pada terapi yang tepat.

  • DVX Medical Jakarta

Jl. Hang Lekir 2 No. 15B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
0822-6161-4215 (WhatsApp)

  • DVX Medical Surabaya

Jl. Dharmahusada Indah Bar. No.181, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur
0812-1647-4538 (WhatsApp)

1. Apakah faringitis gonore selalu menimbulkan gejala?

Tidak. Banyak penderita tidak mengalami gejala atau hanya merasakan sakit tenggorokan ringan. Tes perlu dilakukan jika terdapat riwayat seks oral berisiko.

2. Apakah gonore tenggorokan dapat diketahui melalui tes urine?

Tes urine digunakan untuk memeriksa infeksi pada saluran kemih dan tidak langsung menilai kondisi tenggorokan. Gonore di tenggorokan biasanya diperiksa melalui sampel swab dari area tersebut.

3. Apakah sakit tenggorokan setelah seks oral pasti disebabkan gonore?

Tidak. Keluhan tersebut juga dapat disebabkan oleh virus, bakteri lain, alergi, atau iritasi. Hasil pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

4. Apakah faringitis gonore dapat disembuhkan?

Faringitis gonore dapat diobati dengan antibiotik yang tepat. Pasien perlu mengikuti dosis, jadwal pengobatan, dan pemeriksaan ulang yang diberikan dokter.

5. Apakah pasangan seksual perlu menjalani pemeriksaan?

Ya. Pasangan dapat terinfeksi tanpa mengalami keluhan. Pemeriksaan dan penanganan pasangan membantu mencegah penularan serta infeksi ulang.

Referensi

  1. World Health Organization. Multi-drug Resistant Gonorrhoea. 2025.
  2. Centers for Disease Control and Prevention. Gonococcal Infections Among Adolescents and Adults, STI Treatment Guidelines. 2021.
  3. Centers for Disease Control and Prevention. Update to CDC’s Treatment Guidelines for Gonococcal Infection. 2020.
  4. Manual MSD. Gonore. 2025.
  5. DVX Medical. Mengapa Tes Lab Gonore Itu Penting, Prosedur dan Manfaatnya di DVX Medical Surabaya. 2025.
  6. DVX Medical. FAQ Umum Klinik DVX Medical. 2025.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional. Untuk diagnosis dan penanganan yang tepat, periksakan keluhan ke dokter spesialis kulit dan kelamin di DVX Medical Surabaya.

Hubungi Klinik DVX Medical Sekarang untuk Lakukan Pemeriksaan Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Klamidia vs Gonore: Mana yang Lebih Berbahaya?

Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti klamidia dan gonore me...

Bacterial Vaginosis, Infeksi Vagina yang Sering Disalahartikan

Pernahkah Anda mengalami keputihan dengan bau tidak sedap da...

Gejala Dermatitis Atopik yang Perlu Dikenali

Kulit merah, gatal, dan kering. Banyak kondisi kulit dapat m...

Gejala Psoriasis yang Perlu Dikenali

Psoriasis tidak selalu tampak seperti bercak merah bersisik ...

Kenali Perbedaan Gonore dan Keputihan pada Wanita

Perubahan keputihan, misalnya menjadi lebih banyak, berbau, ...