DVX Surabaya

Senin. selasa. jumat 12.00-21.00 | Rabu. kamis. sabtu 11.00-18.00

DVX Jakarta

Senin - jumat 11.00-19.00 | Sabtu 10.00-15.00

Apakah Hidradenitis Suppurativa Menular? Ini Fakta yang Perlu Dipahami

Apakah Hidradenitis Suppurativa Menular? Ini Fakta yang Perlu Dipahami

Senin, 21 Sep 2026

Benjolan berulang di ketiak, selangkangan, atau area lipatan kulit terkadang membuat seseorang khawatir mengalami penyakit menular. Kekhawatiran ini cukup umum pada penderita Hidradenitis Suppurativa (HS) karena lesinya bisa menyerupai bisul, terasa nyeri, pecah, dan mengeluarkan cairan atau nanah.

Lalu, apakah Hidradenitis Suppurativa menular?

Jawabannya adalah tidak. Hidradenitis Suppurativa merupakan penyakit kulit inflamasi kronis dan tidak dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui sentuhan, penggunaan barang bersama, maupun hubungan seksual. American Academy of Dermatology (AAD) juga menegaskan bahwa HS bukan penyakit menular, bukan infeksi menular seksual, dan bukan akibat kulit yang tidak bersih.

Meski demikian, memahami karakteristik HS tetap penting agar benjolan berulang tidak dianggap sebagai bisul biasa atau kondisi kulit lain.

Jadi, Apakah Hidradenitis Suppurativa Menular?

Hidradenitis Suppurativa tidak menular.

Seseorang tidak akan terkena HS hanya karena melakukan kontak dengan penderita, seperti berjabat tangan, berpelukan, tinggal serumah, berbagi toilet, atau menggunakan barang sehari-hari yang sama.

HS juga tidak berpindah melalui hubungan seksual. Meskipun benjolan sering muncul di selangkangan atau sekitar area genital, kondisi ini bukan termasuk infeksi menular seksual (IMS).

Menurut Mayo Clinic, HS tidak disebabkan oleh infeksi maupun kebersihan tubuh yang buruk dan tidak dapat menyebar kepada orang lain.

Karena itu, orang yang memiliki HS tidak perlu dijauhi atau dibatasi interaksinya dengan orang lain hanya karena memiliki lesi pada kulit.

Kalau Tidak Menular, Apa Penyebab Hidradenitis Suppurativa?

Hidradenitis Suppurativa terjadi berkaitan dengan peradangan dan penyumbatan pada folikel rambut. Namun, penyebab pasti mengapa proses tersebut terjadi belum sepenuhnya diketahui.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa beberapa faktor diduga berkaitan dengan perkembangan HS, seperti hormon, predisposisi genetik, kebiasaan merokok, dan berat badan berlebih.

Beberapa faktor yang perlu dipahami antara lain:

1. Faktor genetik

Riwayat keluarga berperan pada sebagian pasien. NHS menyebut sekitar satu dari tiga kasus HS terjadi pada orang yang juga memiliki anggota keluarga dengan kondisi serupa.

Artinya, seseorang mungkin memiliki kecenderungan genetik terhadap HS. Namun, hal ini berbeda dengan penyakit yang menular melalui kontak langsung.

2. Faktor hormonal

HS sering mulai muncul setelah masa pubertas. Hal ini menjadi salah satu alasan faktor hormonal diduga ikut berperan dalam perkembangan penyakit.

3. Merokok dan berat badan

Merokok serta berat badan berlebih memiliki hubungan dengan HS dan dapat berkaitan dengan gejala yang lebih berat pada sebagian pasien. Namun, keduanya bukan satu-satunya penyebab.

Seseorang yang tidak merokok atau memiliki berat badan normal juga tetap bisa mengalami HS.

Mengapa Hidradenitis Suppurativa Sering Disangka Infeksi?

Salah satu penyebab utama HS disalahartikan sebagai penyakit menular adalah bentuk lesinya. Hidradenitis Suppurativa bisa menimbulkan:

  • Benjolan dalam yang terasa nyeri
  • Benjolan menyerupai bisul
  • Abses atau kantong berisi nanah
  • Luka yang mengeluarkan cairan
  • Jaringan parut setelah luka sembuh
  • Benjolan yang berulang di lokasi yang sama;
  • Saluran atau tunnel di bawah kulit pada kondisi yang lebih lanjut

Area yang sering terkena antara lain ketiak, selangkangan, paha bagian dalam, bokong, serta area di bawah payudara.

AAD menjelaskan bahwa HS bisa tampak seperti jerawat, kista jerawat, atau bisul. Pada kondisi yang berkembang lebih lanjut, abses dapat pecah dan mengeluarkan darah maupun nanah serta meninggalkan jaringan parut.

Kemiripan tersebut membuat HS mudah dianggap sebagai infeksi kulit. Padahal, mekanisme penyakit HS berbeda dengan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang menular.

Apakah Nanah dari Hidradenitis Suppurativa Menular?

Keluar cairan atau nanah dari benjolan HS sering menimbulkan kekhawatiran bahwa penyakit tersebut bisa menular ke orang lain.

Namun, adanya nanah tidak membuat Hidradenitis Suppurativa menjadi penyakit menular.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa nanah umum ditemukan pada lesi HS dan keberadaannya tidak selalu berarti terjadi infeksi. Meski demikian, infeksi sekunder tetap mungkin berkembang pada area kulit yang terkena.

Karena itu, luka terbuka tetap perlu dirawat dengan baik. Hindari memencet atau memecahkan benjolan sendiri karena tindakan tersebut bisa memperburuk iritasi maupun meningkatkan risiko trauma pada kulit.

Jika luka mengeluarkan banyak cairan, terasa semakin nyeri, atau mengalami perubahan yang mencurigakan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Apakah Hidradenitis Suppurativa Termasuk Penyakit Menular Seksual?

Tidak. Hidradenitis Suppurativa bukan penyakit menular seksual.

Kebingungan ini biasanya muncul karena HS sering menyerang area selangkangan, paha bagian dalam, atau sekitar genital.

AAD secara eksplisit menyatakan bahwa HS bukan penyakit menular seksual. Meski begitu, munculnya benjolan atau luka pada area genital tidak otomatis berarti seseorang mengalami HS. Beberapa kondisi lain, termasuk folikulitis, kista, bisul, hingga infeksi tertentu, juga bisa menimbulkan keluhan yang tampak serupa.

Oleh karena itu, diagnosis sebaiknya tidak hanya berdasarkan tampilan benjolan secara mandiri.

Hidradenitis Suppurativa Tidak Menular, tetapi Bisa Diturunkan?

Istilah menular dan diturunkan memiliki arti berbeda.

Penyakit menular berpindah dari satu orang ke orang lain melalui mekanisme penularan tertentu. Sementara itu, penyakit yang memiliki faktor genetik berkaitan dengan kecenderungan yang diwariskan melalui keluarga.

Pada HS, riwayat keluarga memang ditemukan pada sebagian pasien. NHS menyebut sekitar sepertiga kasus HS memiliki pola familial.

Jadi, seseorang tidak terkena HS karena menyentuh atau tinggal bersama anggota keluarga yang mengalami penyakit tersebut. Namun, anggota keluarga tertentu mungkin memiliki predisposisi genetik yang meningkatkan risiko mengalami kondisi serupa.

Kapan Benjolan yang Diduga HS Perlu Diperiksa?

Benjolan sesekali tidak selalu berarti Hidradenitis Suppurativa. Namun, pola tertentu perlu mendapat perhatian, terutama jika keluhan terus berulang.

Pertimbangkan pemeriksaan ke dokter spesialis kulit apabila benjolan:

  • Terasa sangat nyeri
  • Terus muncul kembali di lokasi yang sama
  • Tidak membaik dalam beberapa minggu
  • Muncul di beberapa area tubuh
  • Sering pecah dan mengeluarkan cairan
  • Meninggalkan jaringan parut
  • Mengganggu aktivitas atau pergerakan

Mayo Clinic merekomendasikan evaluasi medis terutama ketika kondisi terasa nyeri, sering kambuh, tidak membaik dalam beberapa minggu, muncul di beberapa lokasi, atau mengganggu pergerakan.

Diagnosis HS umumnya dilakukan melalui evaluasi pola keluhan, lokasi lesi, pemeriksaan kulit, serta riwayat medis. NHS juga menyebut belum terdapat satu pemeriksaan khusus yang secara definitif digunakan untuk memastikan HS.

Jangan Menjauhi Orang dengan Hidradenitis Suppurativa

Karena tampilannya bisa menyerupai luka atau infeksi, orang dengan HS terkadang merasa khawatir akan dinilai memiliki penyakit menular.

Padahal, penderita HS tetap aman untuk berinteraksi secara normal dengan orang lain.

Berjabat tangan, berpelukan, tinggal serumah, makan bersama, maupun menggunakan fasilitas umum yang sama tidak menyebabkan penularan HS.

Memahami fakta ini penting karena lesi berulang, nyeri, keluarnya cairan, dan bekas luka sudah bisa memengaruhi kenyamanan serta kualitas hidup penderita. Stigma akibat anggapan bahwa HS menular justru bisa menambah beban psikologis yang tidak diperlukan.

Kesimpulan: Hidradenitis Suppurativa Tidak Menular

Jadi, Hidradenitis Suppurativa tidak menular, bukan penyakit akibat kurang menjaga kebersihan, dan bukan termasuk infeksi menular seksual.

HS merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang berkaitan dengan folikel rambut. Faktor genetik, hormonal, merokok, serta berat badan merupakan beberapa faktor yang memiliki hubungan dengan kondisi ini, meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui.

Benjolan berulang, abses, maupun keluarnya cairan memang bisa membuat HS terlihat seperti infeksi. Namun, tampilan tersebut tidak berarti HS bisa berpindah ke orang lain.

Jika Anda mengalami benjolan yang sering kambuh di ketiak, selangkangan, bokong, bawah payudara, atau area lipatan kulit lainnya, jangan terburu-buru menyimpulkan penyebabnya sendiri.

Pemeriksaan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin di DVX Medical Jakarta akan membantu mengevaluasi keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi kulit Anda.

1. Apakah Hidradenitis Suppurativa bisa menular melalui sentuhan?

Tidak. HS bukan penyakit menular sehingga tidak berpindah melalui sentuhan, berjabat tangan, berpelukan, maupun kontak kulit biasa.

2. Apakah HS bisa menular melalui hubungan seksual?

Tidak. Hidradenitis Suppurativa bukan infeksi menular seksual. Lesinya memang dapat muncul di area selangkangan atau sekitar genital, tetapi kondisi tersebut tidak ditularkan melalui aktivitas seksual.

3. Apakah nanah dari Hidradenitis Suppurativa menular?

Nanah bisa muncul pada lesi HS, tetapi hal tersebut tidak membuat HS menjadi penyakit menular. Meski demikian, luka terbuka tetap perlu dirawat karena infeksi sekunder bisa terjadi.

4. Apakah Hidradenitis Suppurativa disebabkan karena jarang mandi?

Tidak. Hidradenitis Suppurativa bukan disebabkan oleh kulit kotor atau kebersihan tubuh yang buruk.

5. Apakah Hidradenitis Suppurativa bisa diturunkan?

Faktor genetik berperan pada sebagian penderita. Riwayat HS dalam keluarga dapat meningkatkan kecenderungan seseorang mengalami kondisi serupa, tetapi hal ini berbeda dengan penularan antarindividu.

Referensi

  1. American Academy of Dermatology (AAD). Hidradenitis Suppurativa: Overview. 2026
  2. Mayo Clinic. Hidradenitis Suppurativa: Symptoms and Causes.2025
  3. National Health Service (NHS). Hidradenitis Suppurativa (HS). 2023
  4. American Academy of Dermatology (AAD). Hidradenitis Suppurativa: Self-care. 2026

Hubungi Klinik DVX Medical Jakarta Sekarang untuk Lakukan Pemeriksaan Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical Jakarta dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Jika mengalami keluhan kulit yang menetap atau berulang, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi yang sesuai.

Related Article

Eksim Menular atau Tidak? Ini Fakta yang Perlu Anda Tahu

Pernahkah Anda melihat seseorang dengan kulit kemerahan, ber...

Apakah HIV Bisa Disembuhkan? Ini yang Perlu Diketahui Saat Ini

Saat ini HIV memang belum dapat disembuhkan. Namun, itu buka...

Waspada! Ini Ciri-Ciri Impotensi yang Perlu Penanganan Cepat

Bayangkan situasi di mana momen intim Anda terganggu oleh ra...

Apakah Chlamydia IgG Perlu Diobati? Ini Penjelasan Lengkapnya

Chlamydia merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS)...

Kutil di Selangkangan, Apakah Berbahaya? Ini Faktanya!

Menemukan benjolan kecil di area selangkangan sering membuat...