1. Parfum yang Disemprotkan Langsung ke Leher
Kebiasaan menyemprot parfum pada leher perlu diperhatikan ketika ruam berulang di lokasi yang sama.
Fragrance atau bahan pewangi merupakan salah satu pemicu dermatitis kontak alergi yang cukup dikenal. Kandungan pewangi tidak hanya terdapat pada parfum, tetapi juga pada kosmetik, produk perawatan kulit, dan produk rambut.
Menurut AAD, fragrance termasuk penyebab umum dermatitis kontak alergi dan bisa ditemukan dalam parfum, sampo, serta berbagai produk personal care.
Jika keluhan lebih dominan pada area tempat parfum biasa disemprotkan, informasi tersebut sebaiknya disampaikan saat berkonsultasi dengan dokter.
2. Sampo, Conditioner, atau Produk Styling Rambut
Sampo, conditioner, hair spray, serum, pewarna rambut, atau produk styling bisa mengenai sisi dan belakang leher ketika digunakan atau dibilas.
Sisa produk yang tertinggal kemudian dapat menimbulkan iritasi pada kulit sensitif. Beberapa kandungan seperti fragrance atau bahan pengawet tertentu juga berpotensi memicu dermatitis kontak pada orang yang memiliki alergi terhadap zat tersebut.
Karena itu, ketika eksim leher terus berulang, perhatikan bukan hanya skincare wajah tetapi juga produk yang digunakan pada rambut.
3. Kalung dan Aksesori yang Mengandung Nikel
Kalung yang terus bergesekan dengan kulit bisa menjadi pemicu yang tidak langsung dicurigai. Salah satu bahan yang perlu diperhatikan adalah nikel.
Alergi nikel biasanya menimbulkan ruam gatal pada area tempat logam bersentuhan dengan kulit. Nikel juga banyak digunakan dalam berbagai jenis perhiasan.
Jika ruam mengikuti bentuk atau posisi kalung, evaluasi terhadap kemungkinan dermatitis kontak alergi mungkin diperlukan.
4. Keringat dan Cuaca Panas
Aktivitas di luar ruangan, olahraga, atau cuaca Jakarta yang panas dapat membuat area leher mudah berkeringat.
Keringat, panas, dan kelembapan bisa memperburuk rasa gatal pada sebagian penderita eksim. Gesekan pakaian pada kulit yang sedang berkeringat juga bisa menambah iritasi.
NHS menyebutkan panas dan perubahan suhu sebagai beberapa faktor yang bisa memperburuk dermatitis atopik pada sebagian orang.
Usahakan menjaga tubuh tidak terlalu panas, mengganti pakaian yang basah karena keringat, serta membersihkan area leher secara lembut setelah beraktivitas.
5. Kerah Baju, Hijab, atau Bahan Kain yang Bergesekan
Gesekan berulang dari kerah pakaian, label baju, hijab, syal, atau bahan kain tertentu dapat memperburuk kulit yang sudah sensitif.
Keluhan biasanya semakin terasa ketika pakaian terlalu ketat, kasar, atau digunakan saat tubuh berkeringat.
Pilih pakaian yang nyaman dan tidak terlalu ketat pada leher. Pada kulit yang sensitif, kain lembut seperti katun biasanya lebih nyaman dibandingkan material yang terasa kasar.
6. Sabun dan Detergen yang Terlalu Keras
Pemicu tidak harus menyentuh leher dalam bentuk produk skincare. Sisa detergen atau pewangi pakaian pada kerah juga bisa bersentuhan dengan kulit selama berjam-jam.
Sabun dengan bahan pembersih yang terlalu keras dapat mengganggu lapisan pelindung kulit dan memperburuk kekeringan.
AAD menyarankan pemilik kulit dengan eksim memilih produk perawatan yang fragrance-free serta menghindari bahan yang diketahui memicu kekambuhan.
7. Kebiasaan Menggaruk Saat Gatal
Rasa gatal sering memicu refleks untuk menggaruk. Namun, garukan berulang justru bisa memperparah iritasi.
Jika berlangsung lama, kulit dapat menjadi lebih tebal, kasar, atau warnanya berubah. Siklus gatal dan garukan akhirnya membuat keluhan semakin sulit mereda.
Menjaga kuku tetap pendek dan menggunakan pelembap secara rutin bisa membantu mengurangi iritasi akibat kulit kering.