DVX Surabaya

Senin. selasa. jumat 12.00-21.00 | Rabu. kamis. sabtu 11.00-18.00

DVX Jakarta

Senin - jumat 11.00-19.00 | Sabtu 10.00-15.00

Suntik HPV Jadi Birthday Treat yang Viral, Tren Baru di Kalangan Gen Z

Suntik HPV Jadi Birthday Treat yang Viral, Tren Baru di Kalangan Gen Z

Rabu, 21 Okt 2026

Ulang tahun kini tak selalu dirayakan dengan makan besar atau liburan, karena sebagian Gen Z mulai memilih hadiah yang lebih bermakna bagi kesehatan, salah satunya vaksin HPV. Tren birthday treat ini menarik perhatian karena HPV (Human Papillomavirus) merupakan virus yang sangat umum menular melalui kontak seksual. WHO menyebut hampir semua orang yang aktif secara seksual akan terinfeksi HPV setidaknya sekali seumur hidup.

Meski sebagian besar infeksi dapat hilang dengan sendirinya, beberapa tipe HPV bisa bertahan dan meningkatkan risiko kanker. Pada 2019, HPV diperkirakan menyebabkan sekitar 620.000 kasus kanker pada perempuan dan 70.000 kasus pada laki-laki di seluruh dunia. Karena itu, suntik HPV bukan sekadar tren, melainkan langkah pencegahan untuk membantu tubuh membentuk perlindungan terhadap tipe HPV tertentu, meski tidak dapat mengobati infeksi yang sudah ada.

Mengapa Vaksin HPV Mulai Jadi Birthday Treat di Kalangan Gen Z?

Bagi sebagian Gen Z, ulang tahun mulai menjadi momen untuk memberi hadiah yang memiliki manfaat jangka panjang. Tidak heran jika vaksinasi, pemeriksaan kesehatan, hingga perawatan preventif mulai dilihat sebagai bentuk self-care. Kesadaran tentang HPV juga semakin meningkat. Virus ini tidak hanya berhubungan dengan kanker serviks. HPV juga dapat berperan pada kanker anus, penis, vagina, vulva, serta area tenggorokan.

Lalu, kapan sebaiknya vaksin diberikan?

Sangat direkomendasikan vaksinasi HPV rutin pada usia 11 hingga 12 tahun dan bisa dimulai sejak usia 9 tahun. Vaksinasi susulan juga direkomendasikan sampai usia 26 tahun bagi mereka yang belum mendapat vaksin secara lengkap. Untuk sebagian orang berusia 27 sampai 45 tahun, vaksinasi masih bisa dipertimbangkan setelah berkonsultasi dengan dokter.

Di Indonesia, sasaran vaksinasi dalam program nasional dapat berbeda berdasarkan kelompok usia dan kebijakan pemerintah. Karena itu, usia vaksin HPV sebaiknya tidak ditentukan hanya dari informasi di media sosial.

Apakah Gen Z yang Sudah Aktif Secara Seksual Masih Perlu Vaksin HPV?

Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama pada orang dewasa muda.

Sudah aktif secara seksual bukan berarti vaksin HPV dewasa tidak lagi berguna. Seseorang mungkin pernah terpapar satu tipe HPV, tetapi belum tentu pernah terpapar tipe HPV lain yang juga termasuk dalam cakupan vaksin. CDC menjelaskan bahwa banyak orang dewasa yang aktif secara seksual pernah terpapar HPV, tetapi tidak selalu pada semua tipe yang menjadi target vaksin.

National Cancer Institute juga menyebut vaksin masih dapat memberikan perlindungan terhadap tipe HPV yang belum pernah menginfeksi seseorang. Namun, perlu diingat bahwa vaksin tidak menghilangkan HPV yang sudah ada. Hal yang sama berlaku untuk istilah vaksin HPV sebelum menikah. Status menikah bukan penentu utama. Yang lebih penting adalah usia, riwayat vaksinasi, kondisi kesehatan, dan risiko paparan.

Berapa Kali Suntik Vaksin HPV Dibutuhkan?

Jumlah dosis vaksin HPV berbeda tergantung usia saat memulai vaksinasi dan kondisi kesehatan.

  • Usia 9 sampai 14 tahun umumnya mendapat 2 dosis dengan jarak 6 sampai 12 bulan.
  • Mulai usia 15 sampai 26 tahun umumnya mendapat 3 dosis.
  • Orang dengan gangguan sistem imun pada kelompok usia yang direkomendasikan biasanya memerlukan 3 dosis.

Jadwal tiga dosis biasanya diberikan pada bulan ke-0, 1 sampai 2 bulan berikutnya, lalu bulan ke-6. Namun, program vaksinasi di setiap negara dapat memiliki aturan yang berbeda. Karena itu, jadwal vaksin sebaiknya mengikuti rekomendasi tenaga medis.

Seberapa Efektif Vaksin HPV dalam Mencegah Kanker Serviks?

Salah satu manfaat vaksin HPV yang paling penting adalah membantu menurunkan risiko penyakit akibat HPV, termasuk kanker serviks.

WHO menyebut HPV tipe 16 dan 18 menyebabkan sekitar 70% kasus kanker serviks di dunia. Vaksin HPV yang tersedia dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap tipe HPV berisiko tinggi tertentu. Bukti manfaatnya juga terlihat dalam penelitian berskala besar.

Penelitian di Swedia yang dimuat dalam The New England Journal of Medicine melibatkan lebih dari 1,67 juta perempuan berusia 10 sampai 30 tahun. Hasilnya menunjukkan perempuan yang menerima vaksin HPV sebelum usia 17 tahun memiliki risiko kanker serviks invasif sekitar 88% lebih rendah dibandingkan mereka yang belum divaksinasi. Data tersebut menunjukkan bahwa vaksin kanker serviks memiliki peran penting dalam pencegahan, terutama jika diberikan sebelum paparan HPV.

Sebelum Menjadikan Vaksin HPV sebagai Birthday Treat, Perhatikan Hal Ini

Menjadikan vaksin HPV sebagai birthday treat bisa menjadi keputusan yang baik, tetapi tetap perlu dilakukan dengan pertimbangan medis. Sebelum vaksinasi, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Cek apakah sebelumnya sudah pernah mendapat vaksin HPV.
  • Konsultasikan usia dan kondisi kesehatan.
  • Beri tahu dokter jika memiliki riwayat alergi berat.
  • Informasikan jika sedang hamil. CDC menyarankan vaksin HPV ditunda sampai setelah kehamilan.
  • Tanyakan jenis vaksin yang tersedia.
  • Pastikan mengetahui jadwal dosis berikutnya.
  • Tanyakan harga vaksin HPVkarena biaya bisa berbeda tergantung jenis vaksin, jumlah dosis, dan fasilitas kesehatan.

Vaksin HPV Bukan Pengganti Skrining Kanker Serviks

Sudah mendapat vaksin bukan berarti pemeriksaan kanker serviks tidak lagi diperlukan. National Cancer Institute menjelaskan bahwa orang yang sudah mendapat vaksin HPV tetap perlu mengikuti rekomendasi skrining. Alasannya, vaksin tidak melindungi dari seluruh tipe HPV yang dapat menyebabkan kanker.

Vaksin dan skrining memiliki fungsi yang berbeda. Vaksin HPV membantu mengurangi risiko infeksi baru dari tipe HPV tertentu. Sementara itu, skrining membantu menemukan perubahan pada sel serviks lebih awal. Keduanya saling melengkapi dalam upaya pencegahan kanker serviks.

Vaksin HPV sebagai Birthday Treat di DVX Medical

Jika ingin menjadikan suntik HPV sebagai hadiah ulang tahun untuk diri sendiri, sebaiknya mulai dengan konsultasi. Konsultasi membantu memastikan vaksin sesuai dengan usia, kondisi kesehatan, serta riwayat vaksinasi sebelumnya. Ini juga menjadi kesempatan untuk menanyakan jenis vaksin, jumlah dosis, jadwal suntikan, hingga biaya yang perlu dipersiapkan.

DVX Medical menyediakan layanan vaksinasi, termasuk vaksin HPV. Klinik kami juga memiliki layanan yang berkaitan dengan kesehatan kulit, kelamin, dan infeksi menular seksual. Pemeriksaan dan konsultasi dilakukan bersama tenaga medis sehingga keputusan vaksinasi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Dengan begitu, birthday treat tidak berhenti sebagai tren. Vaksinasi bisa menjadi langkah sederhana untuk mulai lebih peduli pada kesehatan jangka panjang.

DVX Medical Jakarta

Jl. Hang Lekir 2 No. 15B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
0822-6161-4215 (WhatsApp)

DVX Medical Surabaya

Jl. Dharmahusada Indah Bar. No.181, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur
0812-1647-4538 (WhatsApp)

1. Apakah vaksin HPV masih berguna jika sudah aktif secara seksual?

Masih mungkin bermanfaat. Seseorang belum tentu pernah terpapar semua tipe HPV yang dicakup oleh vaksin. Namun, kebutuhan vaksin sebaiknya dinilai bersama dokter.

2. Apakah vaksin HPV bisa mengobati HPV?

Tidak. Vaksin HPV digunakan untuk pencegahan, bukan untuk menghilangkan infeksi HPV yang sudah ada.

3. Berapa usia terbaik untuk mendapat vaksin HPV?

Vaksin bekerja paling optimal sebelum seseorang terpapar HPV. CDC merekomendasikan vaksin rutin pada usia 11 sampai 12 tahun dan dapat dimulai sejak usia 9 tahun.

4. Apakah pria perlu mendapat vaksin HPV?

Ya. HPV juga dapat menyebabkan kutil kelamin serta beberapa jenis kanker pada pria, termasuk kanker penis, anus, dan tenggorokan.

5. Apakah setelah vaksin HPV masih perlu Pap smear?

Ya. Vaksin tidak melindungi dari semua tipe HPV. Skrining kanker serviks tetap perlu dilakukan sesuai usia dan rekomendasi dokter.

Referensi

  1. World Health Organization.Human papillomavirus and cancer.2024.
  2. World Health Organization.Human papillomavirus vaccines (HPV).Diakses 2026.
  3. Centers for Disease Control and Prevention.HPV Vaccine Recommendations.Diperbarui 2024.
  4. Centers for Disease Control and Prevention.HPV Vaccine Safety and Effectiveness Data.Diperbarui 2024.
  5. National Cancer Institute.Human Papillomavirus (HPV) Vaccines.Diakses 2026.
  6. Lei J, et al. New England Journal of Medicine.HPV Vaccination and the Risk of Invasive Cervical Cancer.2020;383:1340-1348.
  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.Vaksin HPV, Mencegah Kanker Leher Rahim Demi Mewujudkan Generasi Sehat.2024.
  8. DVX Medical.Vaksinasi.Diakses 2026.

Hubungi Klinik DVX Medical Sekarang untuk Lakukan Suntik HPV Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Mengenal Ulkus Kelamin, Luka di Area Genital yang Perlu Diwaspadai

Ulkus kelamin adalah luka terbuka atau lesi yang muncul di a...

Apakah Mikropenis Bisa Disembuhkan? Pilihan Terapi Medis yang Tersedia

Topik ukuran penis memang sensitif, tapi penting untuk dibah...

Mengenal Autoimun Kulit: Kondisi yang Sering Disalahartikan, Ini Faktanya

Pernahkah Anda mengalami ruam merah yang tak kunjung sembuh,...

Baru Didiagnosis HIV? Apa yang Harus Dilakukan Sekarang?

Jika diagnosis HIV Anda sudah dikonfirmasi, fokus Anda hari ...

Deteksi Kanker Serviks Lebih Akurat dengan Tes HPV Genotyping di DVX Medical Jakarta

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang sering...