Nyeri Kuku & Bau Kaki? Waspadai Paronikia yang Sering Tidak Disadari
Rabu, 20 Mei 2026

Nyeri Kuku & Bau Kaki? Waspadai Paronikia yang Sering Tidak Disadari

Nyeri kuku kaki yang disertai bau tidak sedap adalah hal yang bisa menurunkan kepercayaan diri. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya paronikia, yaitu infeksi di sekitar kuku yang dapat berkembang semakin parah jika tidak segera ditangani.

Keluhan seperti nyeri kuku kaki, kemerahan, hingga muncul cairan berbau dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan rasa percaya diri. Kabar baiknya, paronikia dapat diatasi dengan penanganan yang tepat sejak awal. Dengan diagnosis dan pengobatan yang sesuai, risiko infeksi menyebar maupun kerusakan kuku permanen dapat diminimalkan.

Paronikia, Infeksi di Sekitar Kuku yang Sering Diabaikan

Paronikia adalah kondisi infeksi pada jaringan kulit di sekitar kuku tangan maupun kaki. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri, jamur, atau keduanya yang masuk melalui luka kecil di sekitar kuku.

Secara medis, paronikia terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
  • Paronikia akut: Berkembang dengan cepat, biasanya dalam hitungan jam hingga beberapa hari. Jenis ini umumnya berlangsung kurang dari enam minggu dan paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, khususnya Staphylococcus aureus atau Staphylococcus enterococcus.
  • Paronikia kronis: Berkembang lebih lambat dan berlangsung selama enam minggu atau lebih. Jenis ini lebih sering disebabkan oleh infeksi jamur Candida, terutama akibat paparan air atau bahan kimia yang berulang.
Beberapa penyebab paronikia yang paling umum meliputi:
  • Kebiasaan menggigit kuku
  • Memotong kuku terlalu pendek
  • Luka akibat cantengan
  • Penggunaan sepatu sempit dan lembap
  • Kebersihan kaki yang kurang optimal

Menurut American Academy of Family Physicians, paronikia termasuk salah satu infeksi tangan paling umum yang sering terjadi akibat trauma kecil pada kuku.

Gejala Paronikia yang Sering Tidak Disadari

Pada tahap awal, banyak orang tidak menyadari bahwa keluhan yang dialami merupakan gejala paronikia. Gejalanya sering dianggap sebagai cantengan biasa atau iritasi ringan. Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
  • Nyeri kuku kaki atau tangan: Rasa sakit yang muncul saat area sekitar kuku disentuh atau mendapat tekanan.
  • Pembengkakan: Kulit di sekitar kuku tampak mengembung dan terasa hangat.
  • Kemerahan: Perubahan warna kulit di area lipatan kuku menjadi merah.
  • Cantengan bernanah: Pada kasus yang lebih lanjut, terbentuk abses atau kantung berisi nanah di samping atau pangkal kuku.
  • Perubahan tampilan kuku: Kuku dapat berubah warna, tekstur, bahkan terlepas dari dasar kukunya.
Pada paronikia akut, gejala umumnya muncul perlahan-lahan dalam waktu sekitar satu minggu. Sementara pada paronikia kronis, gejala bisa kambuh berulang kali dan sulit hilang tanpa penanganan yang tepat.

Risiko Jika Paronikia Tidak Segera Ditangani

Mengabaikan gejala paronikia bukan hanya membuat rasa sakit semakin parah, tetapi juga membuka peluang komplikasi serius yang dapat mengancam kesehatan secara keseluruhan. Paronikia yang tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan:
  • Terbentuknya abses yang makin membesar dan membutuhkan tindakan bedah drainase
  • Perubahan permanen pada bentuk dan struktur kuku
  • Penyebaran infeksi ke tendon, tulang, hingga aliran darah (sepsis)
  • Osteomielitis, yaitu infeksi pada tulang jari
Risiko komplikasi ini semakin tinggi pada penderita diabetes dan mereka yang memiliki sistem imun lemah. Pada kelompok ini, infeksi yang tampaknya ringan dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa dalam waktu singkat.

Mengatasi Paronikia dengan Pengobatan yang Tepat dan Aman

Metode penanganan disesuaikan dengan jenis, tingkat keparahan, serta kondisi umum pasien. Beberapa pendekatan pengobatan yang umum dilakukan antara lain:
  • Perawatan dirumah: Untuk kasus ringan, Anda bisa merendam kuku di air hangat selama 15-20 menit sebanyak 3-4 kali sehari untuk meredakan pembengkakan dan nyeri.
  • Antibiotik topikal atau oral: Apabila penyebabnya adalah bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik seperti dikloksasilin atau klindamisin.
  • Anti jamur topikal: Untuk paronikia kronis akibat jamur, obat oles seperti klotrimazol atau ketokonazol biasanya diresepkan dan perlu digunakan selama beberapa minggu hingga bulan.
  • Drainase abses: Jika telah terbentuk kantung nanah (cantengan bernanah), dokter perlu melakukan prosedur insisi untuk mengeluarkan nanah agar infeksi tidak menyebar lebih lanjut.

Mengatasi Paronikia dengan Pengobatan di DVX Medical Surabaya

Bagi Anda yang mengalami infeksi di sekitar kuku, nyeri berkepanjangan, atau kuku bernanah yang tidak kunjung membaik, pemeriksaan medis dapat membantu menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai. Kami memahami bahwa kondisi seperti paronikia kaki atau tangan bukan hanya menyakitkan secara fisik, tetapi juga bisa mengganggu kepercayaan diri dan kualitas hidup Anda.

DVX Medical hadir dengan menyediakan layanan konsultasi dan penanganan kesehatan dengan pendekatan profesional, dan nyaman. Tim medis akan membantu melakukan evaluasi kondisi kuku, menentukan penyebab infeksi, serta memberikan terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Keunggulan layanan di DVX Medical:
  • Ditangani dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK / Sp.DV) yang berpengalaman dalam menangani berbagai infeksi kuku
  • Prosedur drainase abses yang dilakukan secara higienis dan meminimalkan rasa tidak nyaman
  • Konsultasi komprehensif mengenai penyebab, pencegahan kekambuhan, dan perawatan lanjutan
  • Layanan konsultasi online yang memudahkan pasien untuk menghubungi klinik sebelum berkunjung
  • Tersedia di dua kota yaitu Jakarta dan Surabaya, dengan jadwal yang fleksibel
Jangan abaikan nyeri kuku, bengkak, atau bau kaki yang semakin mengganggu aktivitas harian Anda. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu mencegah komplikasi dan mempercepat proses pemulihan. Konsultasikan kondisi Anda bersama tim medis DVX Medical untuk mendapatkan penanganan yang aman dan sesuai kebutuhan. Kunjungi atau hubungi klinik kami:

DVX Medical Jakarta

Jl. Hang Lekir 2 No. 15B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

0822-6161-4215 (Whatsapp)

DVX Medical Surabaya

Jl. Dharmahusada Indah Bar. No.181, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur

0812-1647-4538 (Whatsapp)

FAQ Paronikia Pada Kaki

Apa itu paronikia?

Paronikia adalah infeksi pada kulit di sekitar kuku yang dapat disebabkan oleh bakteri atau jamur.

Apakah paronikia sama dengan cantengan?

Tidak selalu. Cantengan dapat menjadi salah satu pemicu paronikia, terutama jika terjadi luka dan infeksi.

Apakah paronikia bisa sembuh tanpa operasi?

Pada kasus ringan, paronikia dapat membaik dengan perawatan dan obat-obatan. Namun, kondisi bernanah terkadang memerlukan tindakan medis.

Kapan harus ke dokter untuk paronikia?

Jika muncul nyeri hebat disertai nanah, pembengkakan besar, atau gejala tidak membaik dalam beberapa hari harus segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana cara mencegah paronikia?

Menjaga kebersihan kaki, memotong kuku dengan benar, dan menghindari sepatu terlalu sempit dapat membantu mencegah paronikia.



Sumber Referensi

American Academy of Family Physicians. Acute and Chronic Paronychia. 2017,
https://www.aafp.org

Cleveland Clinic. Paronychia: Causes, Symptoms and Treatment. 2024,
https://my.clevelandclinic.org

StatPearls Publishing. Paronychia. 2023,
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544307/

Mayo Clinic. Nail Infection Overview. 2024,
https://www.mayoclinic.org

DVX Medical. Layanan Konsultasi dan Perawatan Medis.
https://dvxmedical.com/



Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau saran medis profesional. Untuk konsultasi lebih lanjut, hubungi DVX Medical Surabaya melalui WhatsApp

Hubungi Klinik DVX Medical Surabaya Sekarang untuk Cek Nyeri Kuku Akibat Paronikia Bersama Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical Surabaya dan dapatkan Pemeriksaan Penyakit Kulit dan Kelamin yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!