Mudah Lelah dan Energi Menurun
Pria dengan testosteron rendah sering merasa cepat lelah meski aktivitas tidak terlalu berat. Tubuh terasa kurang bertenaga dan stamina menurun.
Keluhan ini sering dianggap hanya akibat pekerjaan atau kurang istirahat, padahal testosteron berperan penting dalam menjaga energi tubuh.
Gairah Seks Menurun
Testosteron memiliki hubungan erat dengan libido pria. Saat kadarnya menurun, gairah seksual ikut menurun.
Tandanya bisa berupa:
- Lebih jarang memiliki keinginan seksual
- Kurang tertarik melakukan hubungan intim
- Kepuasan seksual menurun
Menurut Harvard Medical School, penurunan libido merupakan salah satu gejala paling umum pada pria dengan testosteron rendah.
Sulit Ereksi atau Ereksi Tidak Optimal
Sebagian pria juga mengalami gangguan ereksi. Ereksi menjadi kurang optimal atau sulit dipertahankan.
Disfungsi ereksi memang bisa dipengaruhi banyak faktor. Namun, testosteron rendah tetap perlu dipertimbangkan sebagai salah satu penyebab.
Massa Otot Menurun dan Lemak Tubuh Bertambah
Testosteron membantu menjaga massa otot dan metabolisme tubuh. Saat kadarnya menurun, tubuh lebih mudah menyimpan lemak.
Beberapa perubahan yang sering terjadi:
- Massa otot berkurang
- Kekuatan fisik menurun
- Berat badan meningkat
- Perut lebih mudah buncit
Perubahan ini biasanya terjadi perlahan sehingga sering tidak langsung disadari.
Mood Mudah Berubah dan Sulit Fokus
Testosteron rendah juga memengaruhi kondisi psikologis.
Sebagian pria mengalami:
- Mood mudah berubah
- Lebih sensitif atau mudah marah
- Sulit fokus
- Motivasi menurun
- Brain fog
Menurut Mayo Clinic, testosteron rendah berkaitan dengan perubahan suasana hati dan gangguan konsentrasi pada pria.
Gangguan Tidur
Sebagian pria dengan testosteron rendah mengalami kualitas tidur yang memburuk. Tidur terasa tidak nyenyak, mudah terbangun, atau tetap lelah meski sudah tidur cukup.
Kurang tidur kronis juga bisa menurunkan produksi testosteron sehingga kondisi ini saling memengaruhi.